19 Februari 2026
menghidrasi tubuh

Sumber: https://www.freepik.com/free-photo/jar-filling-glass-water_4166586.htm

Banyak orang memiliki preferensi masing-masing saat minum air. Ada yang merasa lebih segar dengan Air mineral sejuk, ada juga yang lebih nyaman mengonsumsi air hangat, terutama di pagi hari. Namun, pernahkah kamu bertanya: dari sisi ilmiah, mana yang sebenarnya lebih cepat menghidrasi tubuh? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami bagaimana tubuh menyerap cairan dan bagaimana suhu air memengaruhi proses tersebut.

Bagaimana Tubuh Menyerap Air?

Ketika kita minum, air masuk ke lambung terlebih dahulu sebelum diteruskan ke usus halus untuk diserap ke dalam aliran darah. Proses ini disebut pengosongan lambung (gastric emptying). Kecepatan pengosongan lambung dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Jumlah cairan yang diminum
  • Kandungan zat terlarut
  • Suhu cairan

Penelitian menunjukkan bahwa suhu minuman dapat memengaruhi seberapa cepat air meninggalkan lambung dan masuk ke usus untuk diserap tubuh.

Air Sejuk dan Kecepatan Pengosongan Lambung

Secara umum, Air mineral yang sejuk dengan suhu sekitar 15–20°C cenderung lebih cepat dikosongkan dari lambung dibandingkan air yang terlalu panas atau sangat dingin. Mengapa demikian? Air dengan suhu sejuk terasa lebih nyaman diminum dalam jumlah cukup banyak, terutama saat tubuh sedang membutuhkan hidrasi cepat, seperti setelah beraktivitas atau saat cuaca panas. Selain itu, suhu yang tidak terlalu ekstrem membuat tubuh tidak perlu bekerja ekstra untuk menyesuaikan suhu cairan sebelum diserap. Karena pengosongan lambung yang relatif cepat, cairan bisa lebih cepat mencapai usus halus dan masuk ke aliran darah. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa lebih cepat segar setelah minum Air mineral sejuk.

Bagaimana dengan Air Hangat?

Air hangat juga memiliki manfaat tersendiri. Banyak orang merasa air hangat lebih nyaman untuk pencernaan atau diminum saat cuaca dingin. Namun, dari sisi kecepatan hidrasi, air hangat biasanya sedikit lebih lambat dalam proses pengosongan lambung dibandingkan air sejuk. Meski begitu, perbedaannya tidak terlalu drastis dalam kondisi normal. Faktor utama tetaplah jumlah cairan yang diminum dan konsistensi hidrasi sepanjang hari.

Baca Juga :  7 Khasiat Buah Naga Yang Wajib Anda Ketahui

Air Sejuk untuk Sahur, Apakah Baik?

Saat bulan puasa, pemilihan minuman saat sahur menjadi penting. Air mineral sejuk untuk sahur sering menjadi pilihan karena terasa lebih menyegarkan dan membantu tubuh terasa lebih siap menghadapi hari. Minum air dengan suhu sejuk saat sahur dapat membantu tubuh:

  • Merasa lebih segar
  • Meningkatkan kenyamanan saat minum dalam jumlah cukup
  • Mendukung hidrasi lebih optimal sebelum berpuasa

Namun, tetap penting untuk tidak minum secara berlebihan dalam satu waktu. Sebaiknya konsumsi air secara bertahap agar tubuh dapat menyerapnya dengan baik.

Mana yang Lebih Baik?

Jawabannya tergantung pada kebutuhan dan kondisi tubuh. Jika tujuanmu adalah hidrasi cepat dan sensasi segar, Air mineral sejuk bisa menjadi pilihan yang tepat. Jika kamu mencari kenyamanan untuk pencernaan atau kondisi tertentu, air hangat juga tetap baik. Yang terpenting bukan hanya suhu, tetapi kualitas dan kecukupan cairan yang dikonsumsi setiap hari. Tubuh membutuhkan hidrasi yang konsisten untuk menjaga fungsi organ, metabolisme, dan keseimbangan elektrolit.

Pilih Hidrasi yang Tepat Setiap Hari

Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah bagian penting dari gaya hidup sehat. Baik saat beraktivitas, berolahraga, maupun menjalani puasa, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dengan baik. Untuk pilihan praktis dan berkualitas, kamu bisa mengandalkan AQUVIVA. Nikmati kesegaran AQUVIVA dalam suhu yang sesuai preferensimu dan rasakan manfaat hidrasi optimal setiap hari. Yuk, pilih AQUVIVA untuk menemani aktivitasmu dan jaga tubuh tetap segar serta bertenaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *